Cerpen “Rumah Tak Berjendela”: Lalainya Seorang Suami dan Ayah

Cerpen Rumah Tak Berjendela
Sumber: Canva.com

BILIK SASTRA- Sobat BiSa, sadar nggak kalau saat ini, berita mengenai perselingkuhan terus memenuhi laman media sosial. Perselingkuhan memang menjadi momok menakutkan bagi setiap orang. Selain dapat menyebabkan keretakan suatu hubungan, perselingkuhan juga dapat meninggalkan rasa trauma dan gelisah. Bahkan, berbagai luka bagi korbannya yang mungkin sulit untuk menerima kenyataan itu. 

Seperti kisah dalam cerpen berjudul “Rumah Tak Berjendela” karya Siti Maulid Dina. Rumah yang tadinya penuh dengan kasih sayang berakhir dengan berbagai luka bagi setiap orang-orang yang tinggal di rumah tersebut. Yuk! Simak selengkapnya

Sinopsis cerpen “Rumah Tak Berjendela” karya Siti Maulid Dina

Kisah ini berawal dari seorang laki-laki paruh baya yang tinggal di sebuah rumah tanpa jendela. Ia memelihara berbagai hewan di rumahnya. Kegiatannya pun hanya seputar mengurusi hewan-hewan ternaknya, seperti marmut, ular, elang, dan berbagai jenis burung. Ia sangat menikmati hidup dengan kicauan burung-burung yang ada di rumahnya. 

Sebelumnya, lelaki itu tinggal bersama istri dan anaknya. Namun, ia melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan ayah. Ia hanya sibuk dengan hewan-hewan peliharaannya tanpa memedulikan kebutuhan hidup istri dan anaknya. Sebaliknya, ia malah menghabiskan uang untuk hewan-hewan peliharaannya. Ia bahkan berhenti bekerja demi hewan-hewan peliharaannya. 

Parahnya lagi, lelaki itu malah berselingkuh dengan wanita lain. Perselingkuhan itu dilakukan karena bujukan dari salah satu sahabatnya. Sebenarnya, wanita tersebut juga tidak mengetahui bahwa lelaki itu telah memiliki istri dan anak.

Pertengkaran hebat pun terjadi antara istri dan wanita tersebut. Namun, pada akhirnya, istri dan anak-anaknya memilih untuk meninggalkannya. Keluarga yang semula utuh menjadi terpecah karena ulah sang ayah.    

Percikan api dalam keluarga

Konon katanya, hubungan dalam rumah tangga itu seperti masakan. Perlu adanya garam agar tidak terasa hambar. Begitu pun dengan hubungan yang akan terasa hambar apabila tanpa masalah. Namun, menurut saya, itu sekadar omongan belaka karena kadang malah menimbulkan permasalahan yang lebih besar. 

Cerpen “Rumah Tak Berjendela” karya Siti Maulid Dina membawa kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Kisah tentang keluarga yang mungkin banyak terjadi di lingkungan sekitar kita atau  mungkin sering kita lihat melalui berita-berita daring akhir-akhir ini.

Cerpen ini memberikan pesan kepada kita bahwa jangan mengikuti ucapan orang lain apabila hal tersebut tidak baik karena dapat menimbulkan permasalahan yang berat.  Selain itu, cerpen ini juga menunjukkan bahwa perselingkuhan itu akan berdampak buruk bagi orang-orang di sekeliling kita. 

Kelebihan dan kekurangan

Menurut saya, gaya penceritaan dalam cerpen ini sudah baik dengan memberikan bumbu-bumbu konflik antara ayah dengan istri dan anak sehingga menghidupkan suasana cerita. Penggunaan bahasanya pun sederhana sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami isi dari cerita tersebut.

Namun, cerpen ini menggunakan alur campuran sehingga terkadang ada bagian yang membuat bingung karena tidak diceritakan secara detail, terutama pada bagian kilas baliknya. 

Secara keseluruhan, cerpen ini sudah cukup baik dan dapat menjadi gambaran bagi orang-orang di luar sana yang masih belum sadar akan konsekuensi dari sebuah hubungan gelap. Dengan begitu, cerpen ini tidak hanya bisa dijadikan sebagai bacaan di kala santai, tetapi juga dapat memberikan pesan-pesan baik bagi pembacanya. 

Nah, jika penasaran dengan konflik-konflik yang terjadi pada cerpen ini, Sobat BiSa dapat membaca cerpennya di sini.

Editor: Iska Pebrina

Veronika Ivanalia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *