Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Januari
Seperti seorang bocah yang
mengucapkan selamat pagi
kepada Ibu Guru.
Serupa impian anak kecil
yang masih bermekaran segar
di taman bunga angan.
Serupa pena
yang akan menuliskan
resolusi setebal
naskah buku akademik.
Serupa manusia yang selalu
memupuk harap dalam dirinya
bahwa perubahan itu
masih ada.
Purbalingga, Januari 2026
Baca juga: Luka yang Beragam: Kumpulan Puisi Lalik Kongkar
Cita-Cita Seorang Penulis
Berilah kami kata-kata
yang sederhana saja.
Kata-kata yang bisa
mewakili hati pembaca.
Cita-cita kami amat sederhana
kami ingin kata-kata
yang ditulis menjelma
kupu-kupu
yang berterbangan
lalu-lalang, ke sana-kemari
hinggap di hati para pembaca
dan mencecap rekah bunga
pada sari pati kalbu pembaca
dan membuat lesung pipi pembaca
terbit di sela-sela sempit susahnya
menghadapi hidup yang tidak baik-baik saja.
Purbalingga, Januari 2026
Pesan Pedagang Bakso Pada Hujan
Jika orang bilang, kau romantis
maka tidak denganku.
Kedatanganmu serupa kawan
yang menengokku
tatkala sakit bersama rombongan
pembesuk lain yang aku beri nama
pelanggan.
Karena sifatmu yang dingin,
Engkau menabuh gendang paling purba
dalam setiap perut manusia.
Mengabarkan bahwa tidak ada peluk
yang bisa menambal lapar.
Hanya hangat gurih kaldu bakso
yang bisa mengobatinya.
Purbalingga, Januari 2026
Celoteh Ilmu Pada Pecandunya
Hai, teguklah aku secukupnya!
Jika kau menegukku dalam sekali waktu,
maka kau akan overdosis.
Hai, cecaplah aku tanpa terlupa
walau hanya satu hari saja.
Karena kalau kau terlupa
kau akan menjelma tua dan pikun
Aku akan menjelma pagi yang selalu hadir
dalam hidupmu setiap waktu.
Tak perlu risau, tak perlu tergesa,
tak perlu merasa tertinggal.
Cintailah aku dengan apa adanya
sederhana dan tidak banyak
kata.
Purbalingga, Januari 2026
Baca juga: Keterikatan Rasa: Kumpulan Puisi Amanda
Manusia di Usia 25
Di ulang tahunnya yang ke-25
banyak sekali yang mengucapkan selamat.
“Selamat, libur anda sebentar lagi usai!” kata pekerjaan
“Selamat bekerja di kantor yang hanya menghargai kesabaran Anda” ejek karir
“Selamat, tugas studi Anda sudah menunggu di ujung sana” celoteh pendidikan
“Selamat sayang, kamu masih bisa lari dari pertanyaan ayahku,
belum tentu tahun depan!” belai kekasihnya.
“Selamat! Anda masih diberi umur untuk
menambal kesalahan yang telah dibuat” kata agama
Dan mereka semua pergi
kau akhirnya sendiri lagi
tak lama berselang,
cemas pun datang
“aku akan membersamaimu setiap waktu, setiap masa, selama-lamanya.”
Kami pun berpelukan dalam diam.
Purbalingga, Januari 2026
Editor: Kru BiSa



