Penulis: Fathimah Bariyatul Azizah
BILIK SASTRA – Ketika mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan tinggi di Australia, ada banyak tantangan yang dihadapi.
Mereka tidak hanya menghadapi tantangan akademik semata, tetapi juga memasuki ruang komunikasi lintas budaya yang kompleks. Perbedaan dalam gaya belajar, ekspektasi akademik, dan relasi antara dosen dan mahasiswa menciptakan dinamika komunikasi yang kerap memicu miskomunikasi.
Di sinilah empati berperan menjadi jembatan penting untuk membangun pemahaman yang saling menghargai antarbudaya. Lantas, seperti apa peran empati dalam pendidikan global? Simak selengkapnya di bawah ini.
Budaya pendidikan Indonesia dan Australia yang berbeda
Gaya belajar masih didominasi oleh pendekatan teacher-centered dalam budaya pendidikan Indonesia. Dosen atau guru dianggap sebagai sumber utama pengetahuan, yang dihormati dan jarang dipertanyakan. Mahasiswa cenderung menjadi penerima pasif informasi — sebuah sistem yang oleh mahasiswa sendiri sering disebut sebagai spoon-feeding.
Seorang mahasiswa dalam studi Saiful (2020) mengatakan, “You just sit there and let the lecturers give you some knowledge”. Di sisi lain, sistem pendidikan Australia menuntut mahasiswa untuk aktif, kritis, dan mandiri. Mahasiswa diharapkan menyampaikan pendapat, mencari referensi sendiri, bahkan mengkritisi teori dan pendapat dosen.
Baca juga: Mengenal Ragam Bahasa Ilmiah dalam Bahasa Indonesia
Empati berperan sebagai komunikasi lintas budaya
Ketika dua budaya komunikasi ini bertemu, konflik pun muncul. Mahasiswa Indonesia kerap mengalami culture shock ketika pertama kali mengikuti tutorial di Australia. Seorang responden mengatakan, “Here you need to talk in every tutorial. You can’t escape.”
Bagi mereka, berdiskusi terbuka atau menyanggah dosen bukanlah hal yang lazim. Di sinilah empati lintas budaya menjadi kunci — baik bagi mahasiswa Indonesia maupun bagi pengajar di Australia.
Empati dalam komunikasi lintas budaya bukan sekadar memahami perasaan orang lain, melainkan juga mampu menempatkan diri dalam kerangka budaya orang lain. Ketika dosen di Australia menyadari bahwa mahasiswa Indonesia berasal dari sistem pendidikan yang sangat berbeda, mereka akan lebih peka dalam membimbing, menjelaskan ekspektasi tugas, atau membuka ruang dialog.
Sebaliknya, mahasiswa Indonesia juga mulai memahami bahwa bersuara bukan berarti melawan, melainkan bagian dari budaya akademik yang menghargai pemikiran kritis dan keberagaman sudut pandang.
Kemampuan beradaptasi juga bentuk empati
Temuan Saiful juga menunjukkan bahwa meskipun pada awalnya mengalami kesulitan, mayoritas mahasiswa Indonesia mampu beradaptasi dan bahkan menyukai gaya belajar yang lebih mandiri dan interaktif. Mereka mengakui bahwa dengan aktif mencari informasi, berdiskusi, dan menyampaikan presentasi, mereka merasa belajar lebih banyak dan membangun kepercayaan diri.
Adaptasi ini tentu tidak lepas dari kemauan untuk berubah dan memahami budaya baru, yang juga merupakan bentuk empati terhadap sistem dan nilai yang berbeda. Dalam konteks ini, empati tidak hanya menjadi sikap emosional, tetapi juga keterampilan intelektual dalam memahami cara berpikir dan cara belajar yang berbeda.
Baca juga: Pendidikan Inklusif di Indonesia, Sudah Optimal atau Belum?
Peran institusi pendidikan sangat penting dalam membangun empati
Namun, empati bukan hanya tanggung jawab mahasiswa internasional. Institusi pendidikan di negara penerima juga perlu memahami bahwa mahasiswa dari latar belakang berbeda membawa perspektif dan pengalaman unik.
Ketika universitas memfasilitasi orientasi budaya, memberikan pelatihan akademik lintas budaya, dan membuka ruang dialog, mereka sedang membangun budaya empati yang berkelanjutan.
Dengan demikian, komunikasi lintas budaya dalam dunia pendidikan bukanlah sesuatu yang mustahil — ia hanya membutuhkan ruang, waktu, dan empati. Mahasiswa Indonesia yang mampu melewati masa transisi ini. Tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga keterampilan komunikasi antarbudaya yang akan sangat berharga dalam dunia global yang semakin terhubung.
Editor: Kru BiSa



