100+ Contoh Peribahasa Indonesia dan Artinya, Penuh Makna

contoh peribahasa Indonesia dan artinya
Sumber: canva.com

BILIK SASTRA – Sebagai orang Indonesia, Sobat BiSa tentu sudah tidak asing dengan peribahasa yang telah diwariskan nenek moyang. Bahkan, tidak sedikit pengguna sosial media membuat balasan terhadap berbagai contoh peribahasa populer di Indonesia.

Secara umum, peribahasa adalah ungkapan yang berisi makna tersirat tertentu. Kegunaan utamanya sebagai penyampai nasihat maupun kritik secara tidak langsung agar terdengar lebih sopan.

Untuk lebih lengkap, berikut beberapa contoh peribahasa Indonesia dan artinya yang dapat dijadikan panduan praktis.

Contoh peribahasa Indonesia tentang kehidupan

  1. Ada gula ada semut: di mana ada kebaikan, pasti ada kejahatan.
  2. Air pun ada pasang surutnya: untung dan malang itu berganti-gantian dalam kehidupan.
  3. Bagai bumi dan langit: hal yang berbeda jauh dan tidak sesuai satu sama lain.
  4. Bagai roda yang terus berputar: hidup bisa berubah, kadang di atas dan kadang di bawah.
  5. Badai pasti berlalu: segala penderitaan pasti ada akhirnya.
  6. Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan nampak: kesalahan diri tidak disadari, tetapi kesalahan orang lain terlihat jelas.
  7. Gajah mati tinggalkan gading, harimau mati tinggalkan belang: orang meninggal selalu meninggalkan hal baik maupun buruk yang selalu diingat orang.
  8. Mati satu tumbuh seribu: segala sesuatu yang telah hilang akan ada penggantinya.
  9. Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga: sehebat apapun seseorang pasti pernah gagal atau berbuat salah.
  10. Tak ada gading yang tak retak: tidak ada sesuatu di dunia yang sempurna.

Contoh peribahasa Indonesia mengenai kerja keras

  1. Ada air ada ikan: di mana seseorang berusaha, tentu ada rezeki.
  2. Ada jalan ke puncak gunung yang tinggi: cita-cita tinggi dapat tercapai dengan tekad yang kuat.
  3. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian: kita harus bekerja kerja terlebih dahulu jika ingin menikmati kesuksesan di masa depan.
  4. Di mana ada kemauan, di sana ada jalan: kesuksesan dapat dicapai apabila seseorang mempunyai niat dan tekad yang kuat.
  5. Ringan tulang berat perut: orang yang rajin bekerja akan mendapat banyak rezeki.
  6. Rajin mengais tembolok berisi: jika rajin bekerja, rezeki akan tercukupi.
  7. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya: orang yang rajin dan berusaha akan pandai: orang yang hidup hemat akan menjadi kaya.
  8. Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit: usaha kecil yang konsisten akan membuahkan hasil yang besar.
  9. Semudah membalik telapak tangan: melakukan sesuatu dengan mudah tanpa usaha keras.
  10. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui: mengerjakan dua hingga tiga pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. 

Contoh peribahasa Indonesia seputar kejujuran dan kebaikan

  1. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas: setiap kebaikan pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal.
  2. Ada udang di balik batu: ada maksud atau tujuan tersembunyi dari tindakan seseorang.
  3. Air susu dibalas dengan air tuba: perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat.
  4. Berani karena benar, takut karena salah: seseorang yang jujur pasti akan berani mengatakan kebenaran, sementara orang berbohong akan merasa takut.
  5. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga: satu kesalahan kecil dapat merusak seluruh kebaikan atau keadaan yang sudah baik.
  6. Orang berbudi kita berbahasa: setiap perbuatan baik harus dibalas dengan terima kasih.
  7. Panas setahun dihapus hujan sehari: kebaikan yang sudah dikumpulkan bisa dilupakan hanya karena satu kesalahan kecil.
  8. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya: sekali berbuat curang atau berbohong, orang lain tidak akan percaya selamanya.
  9. Si bisu sesat di kaki, si pembohong sesat di lidahnya: orang yang suka berbohong akan celaka.
  10. Utang emas dapat dibayar, utang budi dibawa mati: kebaikan sulit dibalas dengan materi dan akan terus dikenang seumur hidup.

Baca juga: 20 Kosakata Bahasa Indonesia yang Masuk Kamus Oxford

Contoh peribahasa Indonesia berupa nasihat

  1. Bagai musuh dalam selimut: orang terdekat yang diam-diam berkhianat.
  2. Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah: selalu waspada dalam setiap tindakan dan ucapan.
  3. Jangan bangunkan singa yang sedang tidur: jangan mencari masalah dengan orang sabar.
  4. Jangan memancing di air keruh: jangan mengambil keuntungan di tengah kekacauan.
  5. Jangan mengukur baju orang di badan sendiri: jangan mengukur derajat orang lain dengan ukuran sendiri.
  6. Pengayuh sama di tangan, perahu sama di air: tidak perlu takut atau rendah diri menghadapi lawan karena sama kekuatannya.
  7. Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna: setiap tindakan sebaiknya dipikirkan baik-baik.
  8. Sedia payung sebelum hujan: harus bersiap-siap sebelum menghadapi suatu masalah atau kesulitan.
  9. Sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga: walau menutupi kejahatan, pasti akan diketahui orang juga.
  10. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna: setiap tindakan sebaiknya dipikirkan matang-matang.

Contoh peribahasa Indonesia tentang kesabaran

  1. Alah bisa karena biasa: suatu pekerjaan yang sulit akan menjadi mudah apabila dilakukan dengan sabar dan tekun.
  2. Air yang dingin juga yang memadami api: perkataan lemah lembut dapat menyejukan hati orang yang sedang marah.
  3. Badai pasti berlalu: segala kesulitan bersifat sementara dan pasti ada akhirnya
  4. Biar lambat asal selamat: utamakan keselamatan dalam mencapai tujuan: melakukan sesuatu tidak boleh terburu-buru agar terhindari dari bahaya.
  5. Genggam bara api biar sampai jadi arang: mengerjakan tugas yang sulit harus dengan sabar.
  6. Ikan terkilat jala tiba: orang yang bijak dan sabar biasanya cepat tanggap dalam mencari solusi.
  7. Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia: hal yang sudah pasti kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.
  8. Lancar kaji karena diulang, lancar jalan karena ditempuh: pekerjaan akan menjadi lancar apabila diulang-ulang secara sabar.
  9. Sehari selembar benang, lama-lama jadi sehelai sarung: pekerjaan yang dilakukan dengan sabar akan berhasil dengan baik.
  10. Seperti menghela rambut di dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan berserak: melakukan pekerjaan yang rumit dengan hati-hati.

Contoh peribahasa Indonesia tentang keberuntungan

  1. Bagai mendapat durian runtuh: mendapat sesuatu yang tidak disangka.
  2. Bulan naik matahari naik: mendapatkan keuntungan dari mana saja.
  3. Dua kali pisang berbuah: bernasib mujur; keberuntungan berturut-turut.
  4. Gajah derum tengah rumah: kedatangan tamu orang besar.
  5. Harapkan guntur di langit, air di tempayan dicurahkan: terlalu mengharapkan keuntungan yang belum pasti.
  6. Hendak ulam, pucuk menjulai: sangat beruntung.
  7. Padi masak, jagung mengupih: mendapat dua keuntungan sekaligus.
  8. Pucuk dicinta ulam tiba: mendapatkan sesuai yang diinginkan atau lebih dari apa yang diharapkan.
  9. Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas: keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap.
  10. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak: nasib buruk tidak bisa dihindari dan keberuntungan tidak bisa dipastikan.

Contoh peribahasa Indonesia seputar ilmu dan pengetahuan

  1. Air beriak tanda tak dalam: orang yang banyak bicara atau suka pamer biasanya tidak memiliki pengetahuan yang mendalam.
  2. Bagai katak dalam tempurung: seseorang yang wawasannya picik dan kurang luas.
  3. Belakang parang pun kalau diasah niscaya tajam: seseorang yang kurang pandai dapat pintar jika mau belajar dengan giat.
  4. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi: tuntutlah ilmu secara bersungguh-sungguh agar mendatangkan manfaatnya secara penuh.
  5. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari: seseorang harus berhati-hati dalam memberikan teladan yang baik.
  6. Kalau kail panjang sejengkal, lautan hendak diduga: jangan melakukan sesuatu di luar batas kemampuan atau menantang orang yang jauh lebih ahli.
  7. Lubuk akal tepian ilmu: seseorang yang berpengetahuan luas menjadi tempat bagi orang lain untuk menimba ilmu.
  8. Seperti padi, kian berisi, kian merunduk: semakin tinggi ilmunya, semakin rendah hatinya.
  9. Tong kosong nyaring bunyinya: orang banyak mengumbar omongan tidak berilmu.
  10. Malu bertanya sesat di jalan: Jika tidak mau bertanya atau belajar, seseorang akan kesulitan dalam menghadapi masalah.

Contoh peribahasa Indonesia mengenai kehidupan sosial

  1. Ada beras taruh dalam padi: rahasia sebaiknya disimpan baik-baik.
  2. Anak dipangku dilepaskan, beruk di rimba disusukan: selalu mengurusi urusan orang lain tanpa melihat masalah sendiri.
  3. Banyak udang banyak garam, banyak orang banyak ragam: setiap orang dalam masyarakat punya sifat dan pendapat yang berbeda-beda.
  4. Bulat air karena pembetung, bulat manusia karena mufakat: segala keputusan dicapai melalui musyawarah dan mufakat.
  5. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung: seseorang harus mampu beradaptasi di mana pun ia berada.
  6. Habis adat dengan kerelaan, hilang adat tegal mufakat: adat lama boleh tidak ditaati apabila ada kata sepakat.
  7. Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah: selama hidup, orang harus taat kepada adat kebiasaan dalam masyarakat.
  8. Jangan menilai buku dari sampulnya: tidak boleh menilai seseorang dari penampilan luarnya.
  9. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya: setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda.
  10. Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau melenguh: harus pandai beradaptasi dengan adat istiadat dan aturan di tempat baru.

Contoh peribahasa Indonesia seputar kebersamaan

  1. Bagai api dengan asap: dua orang yang sangat dekat dan tidak terpisahkan.
  2. Bagai aur dengan tebing: dua orang yang saling tolong-menolong.
  3. Bagai beliung dengan tetak: persahabatan yang sangat erat.
  4. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing: pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dilakukan bersama-sama.
  5. Bersatu bukan berarti melebur: saling menghargai dan menghormati.
  6. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh: segala sesuatu akan berhasil apabila dikerjakan bersama-sama.
  7. Hati gajah sama dilapah, hati kuman sama dicecah: suka dan duka ditanggung bersama-sama secara adil.
  8. Hidup tolong-menolong, sandar-menyandar: orang hidup seharusnya saling membantu satu sama lain.
  9. Ke bukit sama didaki, lurah sama dituruni: terus bersama dalam segala keadaan, baik senang maupun susah.
  10. Terapung sama hanyut, terendam sama basah: senasib sepenanggungan dalam suka maupun duka.

Baca juga: 100+ Contoh Kata Baku dan Tidak Baku yang Sering Dipakai

Contoh peribahasa Indonesia tentang sebab dan akibat

  1. Ada asap, ada api: segala sesuatu pasti ada penyebabnya.
  2. Adat gunung tempatan kabut: segala macam masalah harus dicari akar penyebabnya.
  3. Besar kapal, besar pula gelombangnya: posisi tinggi sering diikuti dengan tanggung jawab besar.
  4. Besar kayu, besar bahannya: penghasilan besar biasanya pengeluarannya juga tinggi.
  5. Karena mulut badan binasa: seseorang bisa celaka karena tidak pandai menjaga perkataannya sendiri.
  6. Siapa yang menabur angin akan menuai badai: dia yang berbuat buruk akan menanggung akibatnya.
  7. Siapa yang menggali lubang, akan terperosok lubang sendiri: perbuatan jahat pasti akan merasakan akibatnya.
  8. Tangan merentang bahu memikul: berani berbuat harus berani bertanggung jawab.
  9. Terlajak perahu boleh diundur, terlajak kata buruk padahnya: selalu berhati-hati dalam berbicara karena tidak dapat ditarik kembali.
  10. Nasi sudah menjadi bubur: perbuatan atau keadaan yang sudah terjadi tidak dapat diperbaiki atau diubah lagi.

Contoh peribahasa Indonesia mengenai perilaku manusia

  1. Adakah buaya menolak bangkai: orang jahat akan berbuat jahat kalau ada kesempatan.
  2. Adat air cair, adat api panas: seseorang memiliki sifat masing-masing; sudah tabiat turun-menurun.
  3. Adat gajah terdorong: orang yang berkuasa biasanya menyalahgunakan kekuasaannya.
  4. Air diminum rasa duri: perasaan seseorang yang sedang berduka atau bersedih.
  5. Air tenang jangan disangka tiada buayanya: orang pendiam belum tentu penakut.
  6. Akal singkat pendapat kurang: seseorang yang belum banyak pengalaman.
  7. Bagai air di daun talas: seseorang yang tidak memiliki pendirian tetap atau bersifat plin plan.
  8. Bagai kacang lupa kulitnya: orang sombong yang lupa asal usulnya.
  9. Pagar makan tanaman: orang yang merusak kepercayaan atau melakukan pengkhianatan.
  10. Walau seribu anjing menyalak, gunung takkan runtuh: orang yang memiliki prinsip hidup tinggi dan tak tergoyahkan.

Bagaimana cara memahami arti peribahasa?

Tidak seperti ungkapan atau kalimat umumnya, peribahasa perlu dimaknai berbeda agar maksudnya dapat tersampaikan dengan baik. Berikut panduan sederhana untuk memahami arti peribahasa Indonesia.

  • Jangan selalu menerjemahkan kata per kata dalam peribahasa.
  • Cari tahu makna kiasnya agar tidak keliru.
  • Pelajari jenis-jenis peribahasa, seperti pepatah, perumpamaan, atau pemeo
  • Perhatikan konteks kalimat atau situasi yang terjadi.
  • Pahami pesan atau nasihat yang terkandung di dalam suatu peribahasa.
  • Pastikan mencari makna kias dari sumber tepercaya 

Itu dia daftar contoh peribahasa Indonesia dan artinya yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari. Semoga membantu, ya.

Editor: Iska Pebrina

Cesilia Sasanda

Manusia absurd yang mempunyai beragam mimpi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *