Penulis: Amanda Amalia Putri
Kenangan yang Terlupakan
lengkungan cahaya warna-warni mengukir di atas batu
terlihat dari mata selalu ada yang berharap
sekecil apapun media itu, akan selalu ditemui di sela-sela riuh yang mereda
mendambakan keabadian yang tak kenal takut akan perubahan iklim
mungkin bisa mengembalikan kenangan indah di sepanjang musim
alasan mengapa waktu berjalan lebih cepat
kini telah sampai pada hari yang dimana bisa dibantah
menjadi lebih tenang, lebih lamban tanpa ada reaksi yang berlebih
walau debu-debu mengotori pakaian berkali-kali
anggap saja sudah menjadi bagian spesial untuk kita renungkan di masa lampau
Ketapang, 18 Juli 2026
Baca juga: Cahaya : Kumpulan Puisi M Khudloifi Ghifrillah
Hari Terbaik Untukmu
karangan bunga sakura terkulai lemah di pinggiran ranjang bayi
tangis histeris ayah bunda tak akan terlupakan
tatapan cinta penuh kasih sayang
kelahiran pertama ditujukan pada sang anak emas
menuntun sinar abadi masuk ke dalam benih kebahagiaan
menjadi hari hebat yang pernah ada di sepanjang hidup
jemari mungil nan indah setia menemani kehampaan
meramaikan kembali suasana yang menggetarkan pita suara
salam hangat mengisyaratkan seribu makna
semoga harapan baik selalu menyertai
Ketapang, 17 Juli 2026
Aku Ingin …
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
tanpa harus dihiasi drama atau kata-kata yang berlebihan
jika suatu hari kau berubah pikiran
ingatlah, ada aku yang setia menunggu hingga ujung waktu
Aku tidak pernah melihat ke arah lain, selain melihat ke arahmu
aku tidak pernah memaksamu untuk memberikan seluruh perhatianmu kepadaku
jangan coba mencariku, jika hatimu masih belum sepenuhnya pulih
karena aku akan terlihat seperti seorang pengemis
bagaimanapun juga aku tidak menerima segala bentuk cinta yang berjalan sendiri
walau harapanku sekecil batu kerikil, aku tetap berharap jika kau juga mencintaiku
mungkin akhirnya tidak jadi satu
aku tahu, tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang akan abadi
termasuk kau dan aku
Ketapang, 1 November 2025
Baca juga: Mati Sebagai Diri : Kumpulan Puisi Amanda
Heningnya Kata, Kerasnya Rindu
titipan rindu berhasil mencurahkan kegelisahan ke setiap para pemujanya
mengurung kebahagian demi orang yang dikasihi
pada pandangan pertama mengabaikan perasaan hampa
yang mencederai rasa ingin memiliki
sinyal otak dan gerak bibir melarang ketidaksesuaian
pengucapan yang akan membuat suasana semakin canggung
bahasa tubuh yang terbuka menyibakkan pertanyaan ringan
nada dering bergetar keras menyumbat saluran telinga
ternyata berasal dari notifikasi panggilan tak terjawab
di tengah kesibukan masih sempat-sempatnya mengirimkan
sebuah pesan singkat yang cukup menggelitik
wajah yang mulai memerah karena malu, senyum kecil
yang hampir membuatku kehilangan akal
wujud nyata dari cinta yang setara
Ketapang, 29 Oktober 2025
Editor: Kru BiSa



